Indonesia, Pertumbuhan Anggaran Pertahanan Terbesar di Asia Pasifik

 
Anggaran pertahanan Indonesia 2010-2019 (image: Jane)
Anggaran pertahanan Indonesia 2010-2019 (image: Jane)

London – Indonesia akan memiliki anggaran pertahanan yang tumbuh paling cepat di Asia Pasifik selama lima tahun ke depan, menurut analisis yang baru dirilis oleh IHS Inc. (NYSE: IHS), sumber informasi global terkemuka.

Anggaran pertahanan Indonesia akan meningkat sebesar 17 persen pada 2015, dari Rp 83,3 triliun ($ 6,3 miliar) menjadi Rp 97.4 triliun ($ 7,4 miliar) dan diharapkan tumbuh 14 persen per tahun hingga akhir dekade (pertumbuhan tahunan rata-rata). IHS Aerospace, Defence & Security memperkirakan pengeluaran Pertahanan Indonesia akan melewati Rp 180 triliun ($ 14,3 miliar) per tahun pada tahun 2020.
“Pertumbuhan dengan skala ini tentu luar biasa dan pemerintah Indonesia tampaknya berkomitmen untuk meningkatkan anggaran pertahanan secara signifikan” kata Craig Caffrey, anggaran analis utama untuk IHS Aerospace, Defence and Security. “Prospek ekonomi untuk Indonesia tetap kuat dan penghapusan subsidi BBM oleh Presiden Joko Widodo akan membebaskan uang tambahan untuk pertahanan.”
Selama lima tahun ke depan, Indonesia kemungkinan akan melihat tingkat pertumbuhan yang konsisten. “Mencapai tingkat pertumbuhan yang tinggi berkelanjutan tampaknya sangat mungkin mengingat tingginya dukungan politik, untuk membangun postur pertahanan”, kata Caffrey.
Indonesia adalah pengimpor 15 terbesar di dunia untuk peralatan pada tahun 2014, menurut data IHS, dengan nilai impor peralatan senilai $ 1,8 milyar. Pemasok terbesar tunggal peralatan ke Indonesia tahun lalu adalah Korea Selatan ($ 450 juta).
Pertumbuhan di tempat lain di Asia Pasifik juga diharapkan menguat selama sisa dekade dengan rata-rata 4,7 persen secara riil. “Asia Pasifik benar-benar diharapkan menjadi pendorong di belakang peningkatan global belanja pertahanan selama lima tahun ke depan,” kata Caffrey “Pada akhir dekade, belanja di regional ini diperkirakan mencapai sekitar $ 550 miliar atau sekitar sepertiga dari seluruh pengeluaran global”.

(Jane)
Sumber: JKGR

Source: alutsista-indonesia.blogspot