Trimaran Ocean Eagle 43 dan Klewang 2

 
Ocean Eagle 43MH
Ocean Eagle 43MH
Galangan kapal Prancis, Constructions Mécaniques de Normandie (CMN) memperkenalkan kapal trimaran penyapu ranjau yang baru, Ocean Eagle 43MH dalam pameran IMDEX 2015 di Singapura. 

CMN mengatakan menargetkan angkatan laut India dan Indonesia, sebagai pembeli potensial untuk menggantikan kapal penyapu ranjau (MCM) mereka yang sudah tua.
Kapal Ocean Eagle 43MH memungkinkan menyebarkan hingga enam kendaraan bawah air tak berawak (UUVs) untuk identifikasi ranjau, inspeksi, dan penghancuran. Kapal ini juga dapat mengangkut scan sonar dilengkapi kendaraan otonom bawah air (AUV) untuk meningkatkan kemampuan platform penyapu ranjau (MCM).
“Idenya adalah untuk kapal Ocean Eagle 43MH bertindak sebagai induk dari operasi MCM,” kata Cherif Rdissi, direktur CMN. Dia menambahkan bahwa AUV dan UUV semakin sering digunakan dalam operasi MCM modern dan Ocean Eagle 43MH telah dimodifikasi untuk memenuhi perkembangan tersebut.
Kapal ini memiliki panjang keseluruhan 43,6 m, lebar 15,7 m, dan draft maksimal 2 m. Didukung oleh dua mesin diesel dan dua baling-baling, kapal ini bisa mencapai kecepatan tertinggi 19 knot dan menjelajah sejauh 2.500 nautical mil pada kecepatan 14 knot. Fitur lambung dan suprastruktur yang terbuat dari bahan komposit, menjanjikan pendeteksian magnetik dan akustik yang rendah.
Kapal yang ringan ini dipersenjatai dengan satu turret canon 20 mm remote-control dan dua senjata mesin 12,7 mm senapan mesin menghafap belakang. Di tempat AUV, kapal dapat memuat satu perahu karet untuk operasi penyelam MCM.
Selain kawasan Asia tenggara, CMN juga mengidentifikasi Timur Tengah sebagai pasar potensial untuk Ocean Eagle 43MH. 
Untuk kapal Trimaran, PT Lundin Industry Invest dari Indonesia juga memamerkan KRI Klewang II dalam IMDEX 2015 di Singapura. Lundin bekerjasama dengan SAAB Swedia untuk persenjataan dan radar.
Sumber: JKGR
image
image
image

Source: alutsista-indonesia.blogspot