Tiga Lanud TNI AU Resmi Naik Kelas, Kanon Oerlikon Skyshield Siap Beraksi


IMG_20141106_153651
Hari Senin lalu (3/8/2015), diwartakan ada tiga lanud TNI AU yang naik ‘kelas,’ dari tipe B ke tipe A. Ketiganya adalah lanud Supadio di Pontianak, lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, dan lanud Suryadarma di Subang. Naiknya status ketiga lanud menyiratkan peningkatan peran untuk mendukung misi strategis operasi udara.

Eksistensi lanud tipe A saat ini bisa disiratkan sebagai tempat bernaungnya Skadron Udara, terlebih pada keberadaan Skadron Tempur. Ambil contoh seperti lanud Iswahjudi di Madiun, lanud Hasanuddin di Makassar, lanud Abdurahman Saleh di Malang, dan lanud Halim Perdanukusumah. Yang disebut terakhir resminya memang tidak menaungi home base Skadron Tempur, tapi karena coverage-nya yang strategis untuk memayungi Ibu kota, di lanud Halim berlaku garnisun CAP (Combat Air Patrol) yang dilakukan bergiliran antar Skadron Tempur. Lain dari itu, lanud Halim menjadi rumah bagi beberapa skadron transport. Oleh karena mengemban peran strategis, lanud tipe A sejak awal dipimpin oleh perwira tinggi bintang satu.
1384066_968705596489103_3243297393611027129_n
Nah, terkait dengan naik kelasnya tiga lanud diatas, memang langsung berhubungan dengan elemen alutsista. Sebut saja lanud Roesmin Nurjadin menjadi home base Skadron Udara 16 yang berisi F-16 C/D Fighting Falcon, kemudian lanud Supadio meski sejak lama menjadi sarang Skadron Udara 1 Elang Khatulistiwa yang ditempati jet Hawk 109/209, baru-baru ini resmi menjadi home base bagi Skadron Udara 51, ini merupakan skadron UAV (drone) pertama yang ada di lingkup TNI AU. Dan terakhir lanud Suryadarma, meski sejak lama kondang sebagai home base helikopter latih, tapi ada proyeksi kedepan untuk dijadikan markas Skadron baru untuk helikopter Combat SAR EC-725 Super Cougar yang tak lama lagi dioperasikan.
10409118_10152503880482638_4773353747120442479_n
Karena ‘padatnya’ alutsista di lanud tipe A, maka unsur pertahanan pangkalan juga mutlak ditingkatkan. Selain keberadaan rudal MANPADS QW-3 yang melekat pada satuan Paskhas, sista lain yang diproyeksikan menjadi perisai lanud tipe A adalah kanon reaksi cepat Skyshield buatan Oerlikon Contraves – Rheinmetall Defence. Kanon laras tunggal ini dapat melontarkan proyektil hingga kecepatan 1.440 meter per detik dengan jangakaun tembak efektif hingga 4 kilometer. (HANS|Indomiliter)

Source: alutsista-indonesia.blogspot