Intelijen, Militer AS Tidak akan Patuhi Donald Trump

Mantan Kepala Agensi Intelijen Amerika Serikat (CIA) Michael Hayden mengkritik sejumlah retorika yang kerap dilontarkan kandidat calon presiden Donald Trump.

Muncul dalam acara “Real Time with Bill Maher” di stasiun televisi HBO, Hayden mengekspresikan kekhawatirannya terhadap kata-kata kontroversial Trump, termasuk rencana mengembalikan metode penyiksaan waterboarding. Metode yang membuat tahanan seolah-olah seperti tenggelam ini dilarang karena sangat menyiksa. 

Intelijen, Militer AS Tidak akan Patuhi Donald Trump


“Saya akan sangat khawatir jika cara Presiden Trump memimpin konsisten dengan cara dia berkampanye saat ini,” tutur Hayden, seperti dilansir Politico, Sabtu (27/2/2016).

Maher kemudian menyinggung rencana Trump lainnya untuk membunuh anggota keluarga militan grup ekstremis Islamic State (ISIS). “Rencana itu tidak pernah ada dalam benak Anda, bukan?” tanya Maher kepada Hayden. “Tentu saja tidak!” jawabnya.

“Jika dia memberikan perintah itu, pasukan bersenjata Amerika akan menolaknya. Anda diwajibkan untuk tidak mengikuti perintah di luar hukum,” tegas Hayden.

Menurut Hayden, militer AS akan menolak perintah kontroversial Trump atas dasar hukum dalam suatu konflik bersenjata.

Perjalanan Trump dalam proses pemilihan umum presiden AS berjalan mulus. Kandidat dari Partai Republik ini memenangkan tiga pemilu pendahuluan secara berturut-turut, dan hanya kalah satu kali di Iowa.

Kemenangan ini memuluskan jalan Trump menuju Super Tuesday pada Selasa mendatang, yang akan melibatkan sebelas negara bagian.  (MetroNews)

Source: beritaduniamiliter.blogspot