BPDP Menargetkan Dana Sawit Tahun ini Mencapai Rp 9,5 Triliun

22

Jakarta, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit tak akan mengubah target total pungutan dana tahun ini sebesar Rp 9,5 triliun, meski saat ini BPDP telah menurunkan pungutan untuk cangkang kelapa sawit berjenis kernel serpih dari US$10 per ton menjadi US$3 per ton yang dimulai sejak 1 Maret 2016 yang lalu.

Berita Politik

Direktur Penyaluran BPDP Sawit, Dadan Kusdiana beralasan ketetapan diambil menyusul tren penaikan harga jual minyak mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang mulai terlihat sejak beberapa waktu terakhir.

Dadan mengatakan, saat ini harga CPO dibanderol US$650 per metrik ton dari harga kisaran rata-rata US$535 hingga US$575 per metrik ton pada bulan Januari lalu sehingga ada harapan ekspor akan naik kembali.

“Kami masih masukkan cangkang sawit itu ke dalam target pungutan kami tahun ini sebesar US$9,5 triliun mesk ipun memang penerimaannya tidak seberapa karena tarif pungutan bagi cangkang ikut berkurang,” kata Dadan di sela-sela International Conference on Palm Oil and Environment (ICOPE) di Nusa Dua, Kamis (17/3).

Indonesia – Islam Demokrat

Dadan mengungkapkan, ketetapan pengurangan tarif pungutan cangkang sawit sendiri diputuskan tak lepas dari adanya protes para produsen menyusul penetapan tarif pungutan yang dinilai terlalu mahal.

Sebab, produsen berpandangan pasar utama cangkang sawit dalam negeri adalah pasar ekspor dan belum dimanfaatkan dengan baik di domestik.

Ia mengatakan, cangkang sawit merupakan komoditas berharga karena bisa menjadi bahan bakar pembangkit listrik.