Presiden Palestina Tawarkan Pertemuan Dengan Perdana Mentri Israel

90

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan ia telah berupaya untuk menghentikan serangan penikaman oleh warga Palestina dan kekerasan jalanan lainnya, dan telah menawarkan untuk bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Dalam wawancara dengan televisi Israel, Channel 2, Abbas juga memberikan detail soal keamanan domestiknya–langkah yang banyak dikritik oleh warga Palestina karena dianggap berkolaborasi dengan musuh Palestina.

“Pasukan keamanan kami mendatangi sekolah-sekolah memeriksa tas murid-murid untuk melihat apakah mereka menyimpan pisau. Anda tidak tahu ini,” kata Abbas, Kamis (31/3).

Berita Politik

“Di sebuah sekolah, kami menemukan 70 anak perempuan dan laki-laki yang membawa pisau. Kami ambil pisau itu dan berbicara kepada mereka dan mengatakan: “Ini salah. Kami tidak ingin kamu membunuh dan terbunuh. Kamin ingin kamu hidup, dan begitu juga pihak mereka,'” lanjut Abbas.

Pemerintahan Abbas dan Israel berkoordinasi soal keamanan di Tepi Barat meski pembicaraan damai yang disponsori Amerika Serikat soal solusi dua negara kandas dua tahun lalu.

Sementara itu Netanyahu mengatakan ia terbuka untuk memperbarui perundingan dan menuding Abbas menghindari perundingan ini.

Namun Abbas mengatakan dalam wawancara terbarunya bahwa Netanyahulah yang bertanggung jawab.

“Saya akan menemuinya, kapan pun. Dan saya sarankan kepadanya untuk bertemu,” kata Abbas.

Timur Tengah – Islam Demokrat

Belum ada respons dari pihak Netanyahu soal tawaran pertemuan ini.

Sejak Oktober, penikaman oleh warga Palestina, penabrakan mobil, telah menewaskan 28 orang Israel dan dua warga AS. Di pihak Palestina, 190 orang tewas, 129 dituding Israel sebagai penyerang, dan yang lain tewas dalam bentrokan.

Sejak perundingan interim pada 1993, Abbas memerintah di wilayah otoritas Palestina di Tepi Barat. Namun pasukan Israel kini dengan bebas beroperasi di wilayah tersebut.

“Jika dia [Netanyahu] memberi saya tanggung jawab dan mengatakan bahwa dia percaya pada solusi dua negara dan kami duduk bersama di meja untuk membicarakan soal solusi dua negara, ini akan memberi rakyat saya harapan, dan tak akan ada yang berani menikam atau menembak atau melakukan apa pun di sini atau di sana,” ujar Abbas.

Netanyahu mengatakan bahwa ia akan mendukung pembentukan negara Palestina selama syarat Israel soal keamanan terpenuhi. Namun Abbas diragukan bisa menjamin keamanan di wilayah Jalur Gaza, yang kini berada di bawah kekuasaan Hamas.

Source: islamdemokrat.com

Informasi lanjutnya bisa baca di berita politik situs ini !!