Kisah Mualaf Mantan LGBT, Sam Brodie (Samuel David Alexander Brodie) : "Islam Itu Luar Biasa, Menjadikan Manusia Lebih Baik ! " >> "Samuel, Samanta And Me."

[Kisah Mantan LGBT] Sam Brodie: Tak Ada Kata Terlambat
SAM BRODIE: TAK ADA KATA TERLAMBAT

Di usia 12 tahun, Samuel David Alexander Brodie, atau Sam Brodie, memutuskan jadi wanita. Samantha, itu nama yang dipilih.

Keluarga menentang keras, pasti. Brodie marah dan bertengkar dengan ibunya. Keluar dari rumah. Hidup di jalanan kota London, Inggris.

Setelah itu, hidupnya berturut makin kacau. Masuk panti sosial, dituduh menipu, minum alkohol, narkoba, hingga “ada main” dengan salah satu pemain Arsenal.

Sosok pria yang lahir 14 Maret 1987 ini mulai dikenal publik internasional saat masuk reality show, Big Brothers, kira-kira 10 tahun yang lalu. Saat itu tak ada yang menyangka Brodie sebenarnya laki-laki. Begitu identitas aslinya terendus, bum! Profil Brodie langsung melesat tajam, langsung dicari-cari.

Tak heran, Brodie sempat merasakan limpahan materi dari dunia entertainment. Disebut-sebut, selama berkarir di Hollywood, pria berdarah Ambon dan Skotlandia ini mendapatkan bayaran hingga US$4,6 juta atau sekitar Rp 62.3 miliar.

Meski tenar dan memiliki uang banyak, Brodie merasa hidupnya kosong. Seperti ada sesuatu yang hilang. Kegelisahan ini menuntunnya dalam pencarian jati diri lagi. Saat itulah, ia berkenalan dengan al-Quran, sekitar tahun 2009. Saat membaca isinya, Brodie tertegun karena merasa ditegur.

“Saya buka Al Qur’an, ada sesuatu yang kayak bilang bahwa hidup saya selama ini tuh dosa.”

Tertarik mencari soal Islam lebih dalam, Brodie pun mencari seorang ‘alim untuk menuntunnya. Selama proses belajar inilah, ia perlahan berusaha ikhlas menerima cobaan hidupnya. Belajar menerima dirinya lagi sebagai laki-laki.

Setahap demi setahap, Brodie mulai melazimkan dirinya sebagai pria. Dia meninggalkan perilaku seperti wanita. Bersyukur, dalam proses ini, seorang kawan Brodie tak henti memberinya dukungan. Namanya Indry. Wanita ini percaya Brodie bisa berubah. Membuat Brodie yakin ia tak sendiri.

Lalu, keinginan itu muncul. Keinginan yang selama ini tak terbetik selama Brodie menjadi Samantha. Ia tertarik meminang Indry. Menikah, layaknya laki-laki dan perempuan.

Tak disangka, Indry said yes. Dia mau diperistri. Allahu akbar!

Sam Brodie pun menikah pada tahun 2010, usai bersyahadat. Masuk Islam, menjadi muallaf.

“Islam itu luar biasa, pelan-pelan saya berubah. Saya merasa lengkap sekarang. I have family dan nggak kekurangan. Alhamdulillah.”

Kisah Brodie dirangkum dalam buku “Samuel, Samantha, and Me.” Dia ingin berbagi inspirasi, bahwa semua orang bisa berubah. Keputusannya untuk menjadi perempuan, misalnya, dilatarbelakangi kekerasan yang dialaminya di masa kecil. Dia bisa kembali berubah dengan menerima masa lalunya, dan mendekat pada Allah Swt.

“Tidak ada kata terlambat untuk kembali,” tutup Brodie.

[Silahkan Share. Mungkin bermanfaat untuk berdakwah ke kawan-kawan yang sedang terjerumus dalam jalan salah LGBT agar kembali ke fitrahnya]
___

*Sumber bacaan:

Sam Brodie Kembali ke Fitrahnya
http://www.republika.co.id/berita/koran/pro-kontra/16/02/19/o2sbka8-sam-brodie-kembali-ke-fitrahnya

Bagaimana Sam Brodie Kembali Menjadi Lelaki?
http://m.detik.com/hot/hot-profile/2109273/bagaimana-sam-brodie-kembali-menjadi-lelaki

Sumber :
http://www.portalpiyungan.com/2016/02/kisah-mantan-lgbt-sam-brodie-tak-ada.html

Kisah Sam Brodie Kembali ke Fitrahnya (Sebagai Laki-Laki)..

Inspirator dan aktor, Sam Brodie, memutuskan meninggalkan masa lalunya. Ia kembali ke fitrahnya, tak lagi berperilaku sebagai LGBT. Saat kecil, ia merupakan sosok pendiam, tak banyak berbincang dengan orang lain, serta pemalu.

Sam berujar, dirinya terlahir sebagai Nasrani. Ia seorang homoseks hingga memutuskan menjadi wanita. Namun, ia kemudian memutuskan kembali menjadi heteroseksual setelah mengenal Islam. Menurut dia, sebenarnya ada banyak alasan mengapa seseorang menjadi kaum LGBT.

Setiap orang yang mempunyai perilaku menyimpang memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Ada yang menyebut dari sisi gen, ada pula karena kekerasan seksual. Terlepas dari itu semua, menurut Sam, kaum LGBT bisa berubah.

“Namun, mereka tidak bisa dipaksa untuk berubah,” ujar Sam di Jakarta, Kamis (18/2). Itu yang dialami oleh dirinya. Tak mudah berubah kembali ke fitrahnya. Ia mengakui, kendati penampilannya sudah berbeda dari Sam yang dulu, ia masih mempunyai sisi feminin.

Ia pun menjelaskan, mengubah pola pikir kaum LGBT tidaklah mudah. Bahkan, ketika orang yang mempunyai kecenderungan mengalami kelainan seksual sudah berubah, label tersebut akan selalu melekat pada diri orang tersebut.

Sam meminta pihak-pihak terkait agar merangkul kaum LGBT. Dengan demikian,  komunitas yang selama ini mengalami kebingungan pola pikir dapat dikembalikan pada fitrahnya. Tak perlu ada paksaan kepada mereka karena itu tak bagus.

“LGBT mempunyai cara pikirnya sendiri. Ibaratnya kita mau belok kiri, tapi mereka ke kanan,” katanya.

Sam sengaja menulis buku tentang perjalanan hidupnya untuk menunjukkan kepada masyarakat dari sudut pandang kaum LGBT dan bagaimana mereka berusaha berubah. “Ini semua karena agama, karena Allah SWT,” ujar dia.

Sam mengatakan, selama ini banyak orang yang bertanya menyoal pilihannya menjadi Muslim. Ia berujar, Tuhan hanya satu. Jika ibarat klub sepak bola, lanjut dia, seseorang tidak bisa mendukung dua klub, misal Liverpool atau Manchester United.

Islam merupakan agama terakhir yang menyempurnakan agama sebelumnya. Ibarat  sebuah teknologi, ia mengatakan, seseorang pasti akan memilih produk terbaru dan terlengkap. Dan yang Sam pelajari, di Islam juga ada 99 kata yang begitu menyanjung Allah SWT.

“Dulu saya jadi mualaf bukan karena saya membenci agama saya,” kata Sam. Ia menuturkan, banyak dari kaum LGBT merupakan orang yang tidak percaya Tuhan atau ateis. Maka, ia menyimpulkan bahwa pikiran ateis dan orang yang beragama itu berbeda.

Founder Azka Empowering Center Mohamad Soleh mengatakan, agama menjadi patokan mana yang benar dan salah. Pada saat kaum LGBT menyadari perilakunya dilarang baik secara norma maupun agama, secara perlahan mereka akan berunah.

Menurut Soleh, LGBT dapat sembuh dengan berbagai terapi, termasuk melalui pendekatan agama. Terapi lainnya adalah terapi kognitif, lingkungan, keluarga, serta hormonal. Semua langkah ini lebih efektif kalau dijalankan secara bersamaan.

Direktur Program Dompet Dhuafa, Imam Rulyawan mengatakan, melihat aktivitas LGBT di Indonesia, pihaknya tergerak melalukan gerakan kembali ke fitrah dengan tujuan merangkul dan menolak legalisasi LGBT.

“Ini adalah salah satu keseriusan kami memberikan yang terbaik untuk negara ini.  Insya Allah dalam konteks penggalangan dana ini, gerakan kembai fitrah mendapat dukungan optimal,” kata Imam. Ini merupakan gerakan tandingan melawan aktivis pro-LGBT.

Selama ini, kata Imam, mereka secara aktif terus mengumpulkan dana demi menyokong kampanye LGBT. Bahkan, ia melanjutkan, LGBT sekarang sudah memiliki peta jalan yang jelas. Mereka menyusun rapi langkah-langkah yang hendak dilakukan dan tujuan yang akan dicapai.

Direktur Utama Republika Media Mandiri Agus Yusroon mengatakan, dalam isu LGBT, menyatakan isu LGBT telah menjadi perhatian Republika dan umat Islam. “;Saya yakin bukan hanya islam yang tidak setuju dengan LGBT. Agama lain pun tidak setuju dengan LGBT.”

Menurut dia, kini gerakan LGBT membentengi dirinya dengan alasan HAM, agar keberadaannya diakui. “Tujuan akhirnya menurut saya melegalisasi eksistensi mereka. Seperti di Amerika melegalkan pernikahan sesama jenis,” katanya.(dm).

Allahuakbar !
Islam menjadikan manusia lebih baik..

Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/koran/pro-kontra/16/02/19/o2sbka8-sam-brodie-kembali-ke-fitrahnya

Source : islamdemokrat

Informasi lanjutnya bisa baca di berita politik situs ini !!

Dapatkan juga Berita Silet & Gossip Artis di situs ini !