Suntik Hormon Perempuan Jadi Salah Satu Teknik Kebiri Kimia

179

Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyatakan bahwa pemberian suntik hormon perempuan kepada lelaki pelaku kekerasan seksual anak-anak, akan diberlakukan sebagai bentuk kebiri kimia.

179
“Jadi nanti kalau pelakunya laki-laki perlakuannya di hormon,” kata Nila saat ditemui awak media di Hotel JW Marriot Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/5).

Pada Rabu (25/5) lalu, secara resmi Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Perppu ini memuat pemberatan dan penambahan hukuman, mulai dari hukuman pidana penjara paling lambat 10 tahun dan paling lama 20 tahun, penjara seumur hidup, dan hukuman mati. Sedangkan terjadi penambahan pidana salah satunya pemberlakuan kebiri kimia.

“Hormon laki-laki dan perempuan kan berbeda. Di laki-laki ibarat kata ada hormon A, dan di perempuan karena ada dua hormon misal B dan C. Nanti, yang disuntikkan adalah hormon perempuan ke laki-laki supaya hormon laki-lakinya menjadi lebih rendah,” paparnya.

Hormon seksual atau hormon gonad adalah hormon steroid yang kemudian memberikan pengaruh pada sifat atau perilaku seksual manusia. Pada dasarnya, hormon steroid yang menjadi hormon seks alami dihasilkan oleh kelenjar kelamin seperti ovarium pada perempuan dan testis untuk lelaki.

Pada lelaki, hormon seks alami yang dihasilkan dari testis adalah testosteron. Hormon ini muncul sesuai dengan perkembangan testis dan prostat yang penting bagi kelangsungan kehidupan seksual pria. Selain itu, testosteron juga berfungsi sebagai penumbuh ciri seks sekunder seperti rambut halus di tubuh.

Sedangkan pada perempuan, hormon seksual secara alami terdapat dua jenis, yaitu estrogen dan progesteron. Selayaknya testosteron pada pria, estrogen berperan penting dapat perkembangan dan keberlangsungan sistem reproduksi wanita, seperti menstruasi. Progesteron sendiri lebih berperan ketika wanita hamil.

“Yang jelas ini bukan terapi, ini hanya bertujuan mengurangi hormon laki-lakinya saja. Maksud saya, laki-laki kan perasaannya jantan dan jagoan, nah kalau diturunin menjadi betina, apa mau?” kata Nila berseloroh.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hormon ‘kejantanan’ ini berhubungan dengan periode aktivitas seksual lelaki. Namun, penelitian yang ditemukan oleh Department of Psychiatry and Behavioral Sciences Stanford University School of Medicine, kadar testosteron tinggi justru ditemukan pada lelaki dengan aktivitas seksual kurang aktif.

“Pelaksanaan ini sesuai instruksi Presiden, yaitu setelah keputusan pengadilan. Kalau keputusannya harus dikebiri, ya mau tidak mau, harus,” kata Nila.

Pelaksanaan pidana kebiri kimia diberlakukan tak seumur hidup dan tak mengancam semua pelaku pencabulan anak. Hanya ada dua kategori pelaku kekerasan seksual sesuai Perppu.

Kategori pertama adalah pidana kebiri dapat diberikan kepada yang dipidana karena memaksa anak bersetubuh dengan dirinya atau orang lain. Kategori kedua, hukuman ini dapat mengancam pelaku kekerasan seksual yang menyebabkan anak mengalami luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan meninggal dunia.

Saat ini Nila mengatakan masih menunggu keputusan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berkaitan nasib Perppu setelah ditandatangani Jokowi. Dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo mengatakan segera membahas Perppu tersebut untuk kemudian menjadi undang-undang.

Laki-laki secara alami juga memiliki hormon wanita seperti estrogen secara alami namun dalam jumlah sangat sedikit. Bila diberlakukan hormon perempuan pada lelaki, maka pria tersebut dapat mengalami ketidakseimbangan hormon dan menyebabkan berbagai kondisi seperti obesitas, dan gangguan reproduksi pria.

Source : islamdemokrat

Informasi lanjutnya bisa baca di berita politik situs ini !!

Dapatkan juga Berita Silet & Gossip Artis di situs ini !