Militan ISIS Mengklaim Atas Penyerangan dan Penyanderaan di Bangladesh

216

Malam tenang di Restoran Holey Artisan Bakery di Gulshan, Dhaka, Bangladesh dirusak sekitar tujuh sampai delapan orang bersenjata, Jumat (1/7) pukul 21.20 setempat.

216
Mereka melepaskan tembakan, menyiapkan bom, dan menyandera puluhan orang di restoran yang banyak dikunjungi ekspatriat itu. Baku tembak dengan polisi pun tak terhindarkan.

NBC News memberitakan, ada sekitar 40 orang yang disandera. Info jumlah itu masih simpang siur. Sebelumnya ada saksi mata yang menyebut 20 orang, ada pula yang 30 orang.

Dari 40 orang itu setidaknya ada satu orang asing Kaukasia, namun belum diketahui kewarganegaraannya. Kedutaan Amerika Serikat di sana sedang menghitung warganya.

Melalui Twitter sebelumnya mereka mengimbau warga AS di Bangladesh untuk berlindung di dalam rumah dan memantau perkembangan situasi dan kondisi melalui berita.

Berita Politik Mancanegara

Kabar terbaru juga menyebut, sudah ada empat petugas keamanan yang tewas dalam baku tembak itu. Angka itu bertambah dari sebelumnya hanya satu polisi terbunuh dan puluhan lain luka.

Lembaga pemberitaan yang berafiliasi dengan ISIS, Amaq, sudah mengonfirmasi bahwa serangan itu juga ulah kelompok militan yang ingin mendirikan negara sendiri atas nama Islam itu.

Itu menjelaskan pernyataan petugas kepolisian Fazle-e-Elahi sebelumnya, “Tersangkanya militan ekstrem dari kelompok yang belum teridentifikasi. Ada tujuh sampai delapan orang.”

Ia melanjukan, penyerang sepertinya punya taktik. Mereka melemparkan granat ke polisi yang mengepung restoran dan menembakkan senjata. Sebelumnya seorang petugas dapur di restoran yang berhasil keluar mengatakan ia sempat mendengar penyerang meneriakkan, “Allahu Akbar.”

Melalui Amaq pula ISIS mengklaim, seperti diberitakan Reuters, bahwa serangan mengejutkan yang menyusul pengeboman di Bandara Ataturk Istanbul itu telah membunuh 20 orang.

Kepolisian belum punya angka final. Keterangan resmi mereka justru menyebut ada 20 sandera di dalam restoran, 40 korban luka, dan dua polisi tewas.

Presiden AS Barack Obama sudah mendengar kabar penyerangan itu dan melalui juru bicara Gedung Putih menyampaikan duka citanya. “Presiden meminta terus diberi perkembangan informasi soal situasi di sana,” demikian juru bicara Gedung Putih memberi pernyataan.

Source : islamdemokrat

Informasi lanjutnya bisa baca di berita politik situs ini !!

Dapatkan juga Berita Silet & Gossip Artis di situs ini !

 Cara Daftar Sbobet  Daftar Ionclub  Daftar Maxbet  Daftar Akun Maxbet  Bocoran Prediksi Togel  Daftar Klik4d  Majalah Prediksi Bola  Panduan Sbobet Wap  Agen Macaubet  Daftar Lexus88  Daftar Akun Sbobet  Agen Liga365