4 Polisi Dallas Tewas Tertembak dalam Aksi Protes di AS

275

Empat personel kepolisian Dallas tewas tertembak dalam aksi protes terhadap penembakan warga kulit hitam yang terjadi di Louisiana dan Minnesota pekan ini.

275
Kepala Kepolisian Dallas, David Brown, mengatakan kepada CNN bahwa sebelas petugas kepolisian lainnya ikut terluka saat mengamankan aksi protes pada Kamis (7/7).

Kini, dua orang sedang menjalani operasi sementara tiga personel lainnya dalam kondisi kritis.

Brown menjabarkan bahwa dua penembak jitu menembak kesepuluh personel kepolisian tersebut dari atas.

Penembakan ini terjadi sekitar dua blok dari Dealey Plaza. Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial, massa pun langsung berlarian.

Seorang saksi mata, Clarissa Myles, menuturkan kepada CNN bahwa ia sedang makan di McDonalds ketika kekacauan tiba-tiba merebak.

“Semua orang berteriak. Orang-orang berlarian. Saya melihat setidaknya 30 tembakan dilepaskan,” tuturnya.

Saksi mata lain juga merasakan hal serupa. “Siapapun yang yang menembak pasti memiliki senapan serbu, dan saya paham mengenai senjata. Tembakan itu bertubi-tubi,” katanya.

Dalam beberapa video lain pun terlihat sejumlah polisi meringkuk di balik kendaraan. Personel lainnya juga berlarian ke tempat aman sambil memegang tameng perlindungan.

Menanggapi insiden ini, Gubernur Texas, Greg Abbott, pun angkat bicara.

“Kami mendoakan aparat keamanan Dallas yang tewas dan terluka malam ini. Di saat seperti ini, kita harus ingat dan menekankan pentingnya persatuan seabgai warga Amerika,” ucapnya.

Sementara itu, protes serupa juga terjadi di berbagai penjuru AS. Para warga geram karena polisi AS menembak dua pria kulit hitam dalam kurun waktu dua hari.

Para pengunjuk rasa berteriak di depan rumah gubernur di Minnesota, hanya berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi di mana polisi menembak seorang warga kulit hitam, Philando Castile, yang sedang berada di dalam mobilnya pada Rabu (6/7)

Di Louisiana, massa memenuhi jalan di depan sebuah toko serba ada di Baton Rouge. Di tempat parkir toko itu, seorang warga kulit hitam lainnya, Alton Sterling, ditembak mati saat bertengkar dengan personel polisi pada Selasa (5/7).

Tak hanya di kedua lokasi kejadian itu, unjuk rasa juga berkecamuk di beberapa daerah lain, seperti Chicago dan New York.

Para pengunjuk rasa di Chicago menutup Dan Ryan Expressway, sementara 1.000 orang di New York berarak di Fifth Avenue dan beberapa dari mereka terlibat baku hantam dengan polisi.

“Kami adalah target! Kami akan melakukan ini di semua tempat. Kami sudah mendapatkan kebebasan, tapi kalian masih membunuh kami. Kalian masih menggantung kami di pohon. Kalian masih membunuh kami! Hidup kami penting!” teriak seorang warga kulit hitam, LaRhonda Talley.

Source : islamdemokrat

Informasi lanjutnya bisa baca di berita politik situs ini !!

Dapatkan juga Berita Silet & Gossip Artis di situs ini !

 Cara Daftar Sbobet  Daftar Ionclub  Daftar Maxbet  Daftar Akun Maxbet  Bocoran Prediksi Togel  Daftar Klik4d  Majalah Prediksi Bola  Panduan Sbobet Wap  Agen Macaubet  Daftar Lexus88  Daftar Akun Sbobet  Agen Liga365  Daftar Poker8indo