Andy Murray dan Serena Williams Angkat Trofi Wimbledon Setelah Masing-Masing Mengalahkan Pesaingnya

306

Petenis Inggris, Andy Murray berhasil meraih trofi Wimbledon 2016 setelah mengalahkan Milos Raonic, Minggu (10/7/2016). Kemenangan tersebut membuat Murray mengoleksi trofi Wimbledon kedua dalam karier.

306
Tampil di hadapan pendukungnya sendiri di All England Lawn Tennis and Croquet Club, Murray dipaksa memeras keringat sejak awal laga. Namun sebagai unggulan dalam turnamen tersebut, dia berhasil mengunci set pertama dengan kemenangan 6-4.

Di set kedua, Raonic tampil lebih menekan dengan memaksa Murray bermain ke rubber game. Petenis asal Kanada itu baru menyerah setelah Murray mengunci set kedua dengan kemenangan 7-6 (7/3).

Masuk ke set ketiga, Murray semakin tampil percaya diri. Dia tahu dirinya harus memenangkan set tersebut untuk mengakhiri perlawanan Raonic sekaligus melengkapi gelar grand slam Wimbledon kedua dalam kariernya. Di set ketiga, Murray menang 7-6 (7/2).

“Ini hari yang luar biasa untuk saya, dengan kemenangan besar yang terasa sangat sepesial. Saya senang bisa kembali merasakan trofi Wimbledon berada di tangan,” kata Murray saat wawancara pertamanya usai laga.

Sekadar informasi, Murray untuk pertama kali memenangkan Wimbledon pada tahun 2013. Pada saat itu dia mengalahkan Novak Djokovic melalui pertandingan stright game, 6-4, 7-5, 6-4.

Sementara bagi Raonic, ini merupakan kesempatan pertamanya tampil di ajang final grand slam. Pencapaian lain yang dia torehkan di turnamen besar adalah melaju ke semifinal Australia Terbuka 2016 dan perempat final Prancis terbuka 2014.

Berita Olahraga

Sementara itu, Serena Williams berhasil menyamai rekor 22 trofi milik Steffi Graf. Hal tersebut dipastikan setelah petenis AS itu menang atas petenis Jerman, Angelique Kerber, di partai final Wimbledon, Sabtu (9/7/2016).

Bertanding di center court All England Lawn Tennis & Corquet Club, Serena dipaksa memeras keringat sejak awal laga. Dia menjadi pemain yang mencuri poin pertama, namun berhasil disamakan menjadi 2-2 oleh Kerber. Begitupun ketika memimpin 4-3, Serena kembali dipaksa bermain imbang 4-4.

Petenis nomor satu dunia itu baru berhasil mengakhiri perlawanan Kerber di set pertama dengan skor 7-5. Saat waktu istirahat, Serena terlihat cukup lelah karena dipaksa kejar-kejaran poin sejak awal laga.

Di set kedua, Serena bisa tampil lebih meyakinkan karena Kerber lebih banyak membuat kesalahan sendiri (unforced error). Serena akhirnya mengakhiri perlawanan Kerber dengan menutup set kedua, 6-3.

Dengan hasil tersebut, Serena telah berhasil mengoleksi 22 trofi grand slam sepanjang kariernya. Rekor tersebut menyamai prestasi yang dibuat petenis legendaris Jerman, Steffi Graff. Namun sebagai catatan, jumlah trofi grand slam terbanyak masih dipegang Margaret Court dengan 24 gelar

Sebaliknya, bagi Kerber hasil ini membuat dia gagal menorehkan sejarah dalam perkembangan tenis Jerman. Padahal kalau menang, Kerber akan menjadi petenis Jerman pertama setelah Steffi Graf yang memenangkan Wimbledon.

Sekadar informasi, perjalanan Serena menuju rekor Steffi Graf tidak dilalui denganmudah. Pada grand slam pertama tahun ini di Melbourne, Serena gagal memenangkan partai final. begitu pun ketika Serena dikalahkan Garbine Muguruza di final Prancis Terbuka 2016. Artinya, setelah dua kali tertunda, Serena akhirnya mencapai rekor tersebut.

Source : islamdemokrat

Informasi lanjutnya bisa baca di berita politik situs ini !!

Dapatkan juga Berita Silet & Gossip Artis di situs ini !

 Cara Daftar Sbobet  Daftar Ionclub  Daftar Maxbet  Daftar Akun Maxbet  Bocoran Prediksi Togel  Daftar Klik4d  Majalah Prediksi Bola  Panduan Sbobet Wap  Agen Macaubet  Daftar Lexus88  Daftar Akun Sbobet  Agen Liga365  Daftar Poker8indo