Putra Pimpinan Al-Qaidah Hamza bin Laden Ancam Balas Dendam Kematian Ayahnya

304

Putra Pimpinan Al-Qaidah Hamza bin Laden mengancam balas dendam kepada Amerika Serikat yang telah membunuh ayahnya.

304
Diberitakan Reuters, Minggu (10/7), ancaman ini disampaikan oleh Hamza bin Laden dalam sebuah rekaman audio yang dirilis online. Hamza berjanji akan meneruskan perjuangan ayahnya dalam membangun kekuatan al-Qaidah.

Dalam rekaman 21 menit berjudul “Kita Semua Osama” itu, Hamza juga mengatakan akan melanjutkan perjuangan al-Qaidah dalam melawan Amerika Serikat dan sekutunya.

“Kami akan terus menyerang dan mengincar kalian di negara kalian dan di luar negeri sebagai balasan atas penindasan kalian terhadap rakyat Palestina, Afghanistan, Suriah, Irak, Yaman, Somalia dan di seluruh tanah Muslim,” kata Hamza dalam rekaman yang diperoleh oleh lembaga pemantau terorisme, SITE Intelligence Group.

“Sebagai pembalasan dari negara Islam untuk Syeikh Osama, semoga Allah mengampuni dosanya, ini bukan hanya balas dendam untuk Osama saja, tapi bagi mereka yang mempertahankan Islam,” lanjut Hamza.

Osama terbunuh di tempat persembunyiannya di Pakistan dalam penyerbuan pasukan khusus Navy SEAL tahun 2011 lalu.

Dalam sebuah dokumen yang diperoleh di kediaman Osama di Abbottabad itu, diketahui ajudan Osama mencoba mempertemukan para petinggi al-Qaidah dengan Hamza, yang saat itu berada dalam tahanan rumah di Iran.

Hamza yang kini berusia pertengahan 20-an berada di sisi ayahnya di Afghanistan sebelum serangan 9/11 dan bersama Osama di Pakistan setelah invasi AS yang membuat para petinggi al-Qaidah terpencar.

Diperkenalkan oleh pemimpin baru al-Qaidah Ayman al-Zawahiri dalam rekaman audio tahun lalu, Hamza merupakan perwakilan para pemuda organisasi militan tersebut.

Al-Qaidah saat ini diisi oleh para petinggi veteran berusia tua dan gencar melakukan perekrutan pemuda.

“Hamza menjadi wajah baru al-Qaidah, seorang yang terkait langsung dengan pendiri kelompok itu. Dia adalah musuh yang pandai dan berbahaya,” kata Bruce Riedel, pengamat dari lembaga think-tank Brooking’s Institution.

Source : islamdemokrat

Informasi lanjutnya bisa baca di berita politik situs ini !!

Dapatkan juga Berita Silet & Gossip Artis di situs ini !

 Cara Daftar Sbobet  Daftar Ionclub  Daftar Maxbet  Daftar Akun Maxbet  Bocoran Prediksi Togel  Daftar Klik4d  Majalah Prediksi Bola  Panduan Sbobet Wap  Agen Macaubet  Daftar Lexus88  Daftar Akun Sbobet  Agen Liga365  Daftar Poker8indo