DPR Setujui Komisioner KPI, Ruhut Interupsi soal Pokemon

386

Rapat paripurna DPR menyetujui sembilan nama calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2016-2019, setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan, yang selesai Selasa malam.

386
Kesembilan nama calon komisioner KPI tersebut adalah Nuning Rodiyah, Sudjarwanto Rahmat Muh Arifin, Yulindre Darwis, Ubaidilah, Dewi Setyarini, Obsatar Sinaga, Mayong Suryo Laksono, Hardly Stefano Fenelon Pariela, dan Agung Suprio.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari dalam laporannya mengatakan keputusan memilih sembilan nama itu berdasarkan pemilihan suara. Hal itu dilakukan setelah proses uji kelayakan dan kepatutan yang sebelumnya berlangsung terbuka.

“Kami mengharapkan persetujuan terhadap anggota KPI 2016-2019 berdasarkan hasil uji kepatutan, untuk diserahkan ke Presiden untuk medapatkan ketetapan,” kata Abdul dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/7).

Uji kelayakan dan kepatutan calon komisioner KPI, telah diselenggarakan sejak Senin (17/7). Sebanyak 27 nama calon komisioner yang disodorkan panitia seleksi pemerintah, mengikuti proses ini sebelum dikerucutkan menjadi sembilan nama terpilih.

Setelah laporan dibacakan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang memimpin rapat meminta persetujuan kepada anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna.

“Apakah laporan Komisi I DPR terhadap hasil uji kelayakan calon anggota KPI 2016-2019 tersebut dapat disetujui?” tanya Fadli yang disambut kata setuju dari para anggota dewan.

Namun, anggota Komisi III DPR Fraksi Nasdem Akbar Faisal menginterupsi untuk memberi catatan terhadap sembilan komisioner KPI terpilih.

Dia mengungkapkan kekecewaannya lantar komisioner KPI periode sebelumnya terkooptasi dan memojokan ruang publik.

“Saya minta yang sekarang jangan lakukan kesalahan sama. Selamatkan anak-anak kami, ruang publik. Ini soal kontennya. Kalau soal kepentingan kami sudah tau semua,” ujar Akbar.

Tak mau ketinggalan, anggota Komisi III Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengingatkan agar komisioner KPI terpilih untuk mewaspadai demam aplikasi Pokemon Go yang tengah digandrungi masyarakat.

“Tolong sampaikan kepada yang memberitakan, harus sadar, waspadai contohnya Pokemon. Belum launching, tapi tiap hari diberitain Pokemon,” ucap Ruhut.

Ruhut menilai pemberitaan tentang Pokemon menjadi iklan gratis bagi aplikasi tersebut. Dia meminta agar komisioner baru turut memperhatikan perkembangan permainan ini.

Source : islamdemokrat

Informasi lanjutnya bisa baca di berita politik situs ini !!

Dapatkan juga Berita Silet & Gossip Artis di situs ini !

 Cara Daftar Sbobet  Daftar Ionclub  Daftar Maxbet  Daftar Akun Maxbet  Bocoran Prediksi Togel  Daftar Klik4d  Majalah Prediksi Bola  Panduan Sbobet Wap  Agen Macaubet  Daftar Lexus88  Daftar Akun Sbobet  Agen Liga365  Daftar Poker8indo  Link Alternatif Sbobet  Daftar S128  Daftar Casino Sbobet  Daftar rolet  Daftar cf88vn  Agen Cf88vn