Pelaku Teror di Munich Tak Ragu Tembaki Anak-anak

117

Restoran cepat saji McDonalds di seberang Olympia Shopping Centre di sebelah selatan kota Munich, Jerman itu sedang ramai anak-anak, Jumat (22/7) sore. Seorang pria tiba-tiba masuk dan membuat sore menyenangkan itu penuh teror.

117
Sekitar pukul 17.50 waktu setempat, pria yang disebut-sebut berusia 18 tahun dan berdarah Iran itu menembakkan senjatanya membabi-buta.

“Saya seperti mendengar alarm dan bum, bum, bum. Dan dia [pelaku penembakan] masih membunuh anak-anak. Mereka duduk untuk makan. Mereka tidak bisa lari,” kata seorang saksi mata bernama Lauretta saat diwawancara CNN.

Lauretta sendiri sedang di McDonalds bersama putranya, berusia delapan tahun. Anak laki-laki itu, kata Lauretta, sempat bertemu dengan sang pelaku. Pria beransel merah itu mengisi peluru di kamar mandi, lalu keluar dan menembak acak.

Puluhan letusan dilontarkan.

Dari McDonalds, penembakan berlanjut ke mal Olympia Shopping Centre di seberang jalan. Mengutip CNN, mal itu merupakan yang terbesar dan jadi destinasi paling populer menghabiskan akhir pekan berbelanja pada Jumat malam.

Teriakan dan langkah-langkah seribu pun berhamburan. Lynn Stein yang bekerja di gerai perlengkapan luar ruang di mal itu mengatakan, “Orang-orang kebingungan. Mereka berlari dan berteriak.” Ia melihat seseorang terkapar di lantai, entah terluka atau telah meninggal dunia.

Penembakan itu pun berakhir dengan kematian. Menurut Kepala Polisi Hubertus Andrae, sembilan orang meninggal dalam teror itu, termasuk remaja. Puluhan lainnya luka, termasuk anak-anak. Sekitar 16 orang yang sekarang dirawat di rumah sakit.

Sang pelaku akhirnya ditemukan tewas, diduga setelah menembak dirinya sendiri. Polisi menemukan mayat ke-10 sekitar satu kilometer dari lokasi penembakan. Pelaku hanya seorang diri, tidak bertiga seperti perkiraan polisi sebelumnya.

Kepolisian masih belum memahami motif pelaku. Pun belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab. Namun Lauretta menuturkan, ia sempat mendengar pelaku meneriakkan “Allahu Akbar.” Katanya, “Saya tahu ini karena saya seorang Muslim. Saya dengar dan hanya bisa menangis.”

Penembakan di Munich memperpanjang rentetan teror di Eropa akhir-akhir ini. Masih pekan ini, seorang remaja yang mengaku terinspirasi ISIS menikam penumpang kereta di Jerman. Remaja itu akhirnya meninggal karena ditembak kepolisian.

Masih bulan ini, sekira dua pekan lalu, seorang pria mengendarai truk dan menabrak kerumunan orang yang merayakan Bastille Day di Nice, Perancis. Lebih dari 80 orang tewas dalam kejadian itu.

Source : islamdemokrat

Informasi lanjutnya bisa baca di berita politik situs ini !!

Dapatkan juga Berita Silet & Gossip Artis di situs ini !

 Cara Daftar Sbobet  Daftar Ionclub  Daftar Maxbet  Daftar Akun Maxbet  Bocoran Prediksi Togel  Daftar Klik4d  Majalah Prediksi Bola  Panduan Sbobet Wap  Agen Macaubet  Daftar Lexus88  Daftar Akun Sbobet  Agen Liga365  Daftar Poker8indo  Link Alternatif Sbobet  Daftar S128  Daftar Casino Sbobet  Daftar rolet  Daftar cf88vn  Agen Cf88vn