dr. Chaesarea R Winata (Calon Pendeta) : "Ragu Dengan Penyaliban Yesus, Ketika Yesus Di Salib, Belum Mati ! Jika Tidak Mati Di Salib, Gugurlah Doktrin Penebusan Dosa !"

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kisah ini dituliskan langsung oleh beliau Bapak dr. Chaesarea R Winata Nasution pada note facebooknya.

Beliau dengan terbuka mengajak non muslim terutama kristen dan khatolik untuk berdialog Face to Face dengan beliau. Tanpa membuka contekan. Tanpa membuka Al Kitab dan Al Quran.

Silahkan bila ada yang mau kontek langsung atau lewat kami juga bisa.

dr. Chaesarea R Winata Nasution (Calon Pendeta) : 
SAINS MEMANTAPKAN SAYA TINGGALKAN AJARAN KELIRU DAN MENGANTARKAN SAYA PADA HIDAYAH”

Assalamualaikum. Wr. Wb

Muslimin Wal Muslimah

Salom bagi kristiani

Pada kesempatan kali ini saya ingin membagi perjalanan sepenggal hidup saya . sebelumnya izinkan saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. karena tak kenal maka tak sayang 🙂

Nama saya Chaesarea R Winata Nasution. Lahir di Barus Tapanuli Selatan Sumatra Utara 1 Desember 1979, saya terlahir di sebuah keluarga yang amat sangat religius beragama Kristen / Protestan.

Almarhum ayah saya seorang pendeta  di sebuah Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Tapanuli Selatan, ibu sayapun seorang aktivis gereja, saya anak pertama dari 3 bersaudara dari kecil saya sudah di didik religius beragama kristen dan saya dan dari segi akademis  saya bisa di bilang berprestasi.

Kegemaran saya di tengah waktu luang membaca Al kitab sampai saya banyak hafal ayat-ayat al kitab khususnya perjanjian baru dan ketika ayah saya mengetahui bahwa saya banyak hafal ayat al kitab, ayah saya pun mengarahkan saya untuk jadi pendeta seperti dirinya maka selepas lulus sma saya melanjutkan study di Sekolah Tinggi Theologi HKBP di Pematangsiantar, di sinilah saya mempelajari al kitab lebih mendalam, di awal study theologi saya mendapat materi tentang konsep ketuhanan tritunggal alias trinitas alias trinity alias 3 di dalam 1.

Dosen saya menjelaskan tuhan itu satu namun 3 pribadinya yaitu bapa allah, putra (yesus kristus), roh kudus dan yesus adalah allah yang turun ke dunia dalam wujud manusia yang hidup bersama manusia di bumi.

Lalu saya bertanya : “dok apakah yesus dan bapa allah itu satu maksudnya bapa allah adalah yesus sendiri ?”  lalu dosen saya menjawab : “iya tepat sekali analoginya seperti ini bapa allah yang serupa roh kudus meminjam rahim wanita suci yaitu maria untuk mengandungnya dalam wujud manusia yaitu yesus.” 

Singkat kata kuliahpun selesai saya kembail ke asrama, di asrama saya membuka al kitab Matius pasal 26 terus saya baca, lalu saya terhenti di ayat 39

Matius 26:39 (TB)  Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Yang membuat saya berhenti membaca saya teringat dengan penjelasan dosen saya sewaktu di kelas, bapa adalah yesus, dan yesus adalah bapa, tapi mengapa yesus di Matius 26:39 bersujud dan berdoa pada bapa, apa ini tidak seperti yesus bersujud dan berdoa pada diri sendiri, fikir dalam benak saya lalu saya hentikan membaca al kitab dan saya tidur besoknya di kelas saya bertanya pada dosen saya.

“Dok yesus adalah bapa dan bapa adalah yesus namun mengapa yesus berdoa pada bapa di matius 26:39,” tanya saya, lalu dosen saya membuka alkitab dan membaca sejenak ..lalu ia menjawab : “di dalam ayat tersebut yesus sedang mengajari murid-muridnya berdoa.” 

Terus terang jawaban dosen saya ini membuat saya kecewa karena seperti ia membodohi saya ..dia mengatakan yesus mengajari muridnya berdoa di dalam matius 26:39 sedangkan di ayat 40 nya di kisahkan. murid murid yesus tengah tertidur .

-Matius 26:40 (TB)  “Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?”

Lantas murid yang mana yang sedang yesus ajari berdoa saat itu .. lalu saya sudahi bertanya  dan saya kembali mengkaji ayat matius 26:39 dan kisah tersebut paralel dengan ayat lain di injil yang berbeda yaitu injil markus dan lukas saya baca saat itu.

-Markus 14:35-36 (TB)

35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

36 Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”

-Lukas 22:41-42 (TB)

41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:

42 “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

Saya perhatikan  dua ayat masing masing di dua injil tersebut berbeda cerita dengan Injil Matius padahal masih menceritakan kisah yang sama yaitu ketika yesus berdoa pada bapa di taman Getsemani.

Perbedaan tersebut terlihat di cara posisi Yesus berdoa dan kata-kata Yesus dalam doanya tersebut, makin  membuat saya bingung mana yang benar ini.

Lalu besok paginya saya bertanya pada dosen saya : “dok saya ingin menanyakan soal Yesus ketika berdoa di taman Getsemani bagaimana kah cara yesus berdoa yang benar saat itu ? karena menurut Matius sujud  menurut Markus merebahkan diri menurut Lukas berlutut.”  

Dosen saya menjawab : “ini hanya masalah pandangan namun kesemuanya sama-sama benar .. analoginya gini ketika kamu melihat orang sedang jongkok di depan kamu  pasti jelas kamu melihat orang itu sedang jongkok, lalu saya melihat orang itu jongkok juga namun di jarak yang agak jauh lalu saya merasa melihat dia seperti duduk,  nah sama halnya dengan yesus berdoa di taman Getsemani tadi.”

Lalu saya bertanya : “kalo begitu pandangan siapa yang salah dok Matius ? Markus ? Lukas?”,  lalu dosen saya menjawab : “semua benar kok gak ada yang salah.” 

Makin kesal saya karena merasa saya di permainkan, beliau awalnya bilang itu hanya salah menyampaikan pandangan, namun di tanya siapa yang salah beliau jawab betul semua. Lalu pas saya di asrama saya kembali mengkaji al kitab dari satu prikop ke prikop lainya dan saya juga cermati ayat-ayat paralelnya ternyata makin banyak ayat kontradiktiv di alkitab.

Seiring berjalanya waktu satu tahun lebih saya study di STT HKBP saya semakin ragu akan Al kitab dan Ketuhanan Yesus Kristus. Alhasil saya memutuskan keluar dari STT HKBP karena dalam benak saya jika saya study theology hanya membuat saya menjadi ragu akan kristus lebih baik saya keluar dan tak ingin memperdalam al kitab agar saya ridak menjadi ragu akan kristus.

Ayah saya sempat kecewa ketika saya keluar dari STT namun saya menjelaskan pada ayah saya dengan alasan saya tak kuat mempelajari materi theology, lalu saya berkata pada ayah saya .. saya ingin sekolah kedokteran, dikabulkanlah permintaan saya tersebut, masuk saya ke Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Lampung, di sana juga saya awal bertemu dengan wanita yang kini menjadi istri saya, lalu beberapa lama saya study di FK UNILA.

Saya menerima materi anatomi, mempelajari anatomi manusia sungguhan dengan metode meng-Autopsi jenazah oleh dokter forensik dan kita belajar tentang anatomi tubuh manusia di saat itu saya perhatikan jenazah ketika di bedah  dan tak ada darah yang keluar ketika di bedah lalu saya teringat dalam sebuah ayat di Injil Yohanes yang menjelaskan Yesus ketika telah tewas di atas tiang salib di tusuk lambungnya dan mengeluarkan darah dan air.

-Yohanes 19:34 (TB)  tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Ini janggal menurut saya, jika Yesus tewas harusnya ketika lambungnya di tusuk tak akan keluar darah dan air karena dalam 2 menit jantung berhenti berdetak darah akan menggumpal ..mustahil darah menggumpal keluar dengan segera, ini jelas tandanya Yesus masih mengeluarkan darah segar dan otomatis jantungnya masih berdetak dan tidak tewas, lalu tidak mungkin juga Yesus lambungnya di tusuk mengeluarkan air, jika Yesus tewas karena ketika darah berhenti mengalir, katup pembuangan yang menyambungkan lambung dan dubur akan terbuka al hasil isi lambung Yesus meluncur keluar dari duburnya, jika Yesus benar-benar tewas, apa lagi Yesus posisi nya berdiri tentu dengan sangat mudah isi lambung Yesus keluar dari dubur jika Yesus tewas,  namun ini ketika Yesus di tusuk lambungnya ada air keluar dari luka tusuk tersebut jelas sekali lambung Yesus masih ada isinya dan tidak tewas ..

Dua hari saya merenung, di tengah-tengah memang awalnya saya sudah ragu dengan ajaran yang saya imani saat itu, di tambah saya semakin ragu setelah mempelajari ilmu anatomi dan hemodinamis dan kuat sekali Yesus tidak tewas maka otomatis gugurlah penebusan dosa dan tidak ada yang namanya keselamatan melalui pembaptisan dalam kematian kebangkitan dan kenaikan Yesus saat itu.

Tepatnya tahun 2002 saya membuang iman kristus saya, lalu saya tak tau mana ajaran yang benar dan mana Tuhan yang benar.

Lalu saya coba pelajari kitab kitab agama lain yang jadi tolak ukur saya yaitu Tuhan yang benar-benar tunggal, itulah ajaran yang benar. Saya mulai pelajari 4 vedanya, Hindu righ veda, Samma veda, Yajur veda, Atarwa veda, tak saya temukan hal yang berbeda dari ketuhanan agama saya sebelumnya.

Lalu saya pelajari juga Tripitakanya Hindu, sama saja tak saya temui yang istimewa, lalu saya terahir pelajari Al-Quran saya awalnya pelajari terjemahan .. 3 surat yang saya cari dan baca di alquran :

1. Al fatihah
2. Al ikhlas
3. Yaa Sin

Saya memilih 3 surat itu untuk obyek belajar karena 3 surat itu sering disebut-sebut dan di baca teman satu kost saya.

Aku temukan di Al Fatihah suatu pengajaran yang baik yaitu berserah diri pada Tuhan, lalu di Al Ikhlas saya temukan yang saya cari yaitu hanya satu tuhan yang esa yaitu Allah SWT, lalu di Surah Yaa Shin saya temukan ilmu sains di ayat 12 yaitu ilmu forensik, tergetar hati saya liat ni isi Al Quran terutama di surah yaa shin di ayat 12 , yaa shin ini yang bikin saya termenung, kebetulan saya dari masih kuliah sudah tertarik dengan forensik kedokteran maka saya ketika membaca ayat ke 12 dari surah yashin ini saya tau ni sains yaitu forensik, di benak saya ketika itu berfikir .. “ni benar dari Tuhan engkau lah Tuhan semesta alam yaitu Allah subhanahu watalla.”

Di hati ini saya dengan penuh keyakinan Islam ajaran yang benar ..selesai pencarian saya mencari agama yang benar dari 2002-2004,  dan tak ragu saya mengikrarkan dua kalimah syahadat yang diawali bismillah .. “bismillahi rahmanir rahim Ashadu alla illahail allah wa ashadu ana muhamada rasul allah.” 

Tahun 2004 saya menjadi seorang muslim, walau kemudian saya mendapat tentangan dari keluarga saya, itu tak jadi soal bagi saya karena bicara agama bukan soal keluarga tapi pertanggung jawaban kita pribadi pada tuhan yaitu Allah.

Setelah itu saya melanjutkan study di sekolah inspektur polisi sumber sarjana berkat paman tercinta saya, karena hanya beliau yang masih menerima saya selepas saya pendidikan dj SIPSS 2005, saya menjadi perwira pertama polri berpangkat Ipda inspektur dua polisi dan bertugas sebagai dokter kepolisian di RS Pusat Polri jakarta  2007 saya diperbantukan di RS.Bhayangkara Polda jabar di bandung.

Menikah..

Kembali saya dipertemukan dengan wanita yang saya kasihi dulu di FK UNILA ternyata dia bertugas di RS Hasan Sadikin lalu kami dekat lagi, Alhamdulillah 2010 dia masuk Islam yang awalnya katholik,  dan bersama adik kandung saya yang pertama, lalu 2012 saya menikah dengan dia  dan tak lama saya mendapat pendidikan dari dinas di sekolahkan spesialis di MFI- University Of Canberra, saya ambil Forensik kedokteran bidang pathology  dan saya bertugas di instalasi forensik RSPP, tapi dalam hidup saya yang paling membahagiakan tahun 2016 alhamdulillah saya di karuniai seorang putra pertama saya dan juga ibu saya tercinta dan adik bungsu saya tercinta masuk Islam  🙂

Ya Allah terimakasih engkau telah beri kenikmatan pada ku dan keluarga ku tak henti aku mengucap syukur atas segala yang kau limpahkan pada ku jadikanlah aku dan keluarga ku orang orang yang beriman dan bertakwa pada mu dan menjalani hidup berserah di jalan yang engkau ridhoi amin ya rob alamin.

Itulah sepenggal perjalanan saya, yang baik ambil yang tidak baik buanglah 🙂

Wasalamulaikum. Wr. WB

muslimin wal muslimah 🙂

Sumber :
https://kristolog.com/2016/07/27/kisah-mualaf-chaesarea-r-winata-nasution-mencari-tuhan-yang-haq/

Source : islamdemokrat

Informasi lanjutnya bisa baca di berita politik situs ini !!

Dapatkan juga Berita Silet & Gossip Artis di situs ini !

 Cara Daftar Sbobet  Daftar Ionclub  Daftar Maxbet  Daftar Akun Maxbet  Bocoran Prediksi Togel  Daftar Klik4d  Majalah Prediksi Bola  Panduan Sbobet Wap  Agen Macaubet  Daftar Lexus88  Daftar Akun Sbobet  Agen Liga365  Daftar Poker8indo  Link Alternatif Sbobet  Daftar S128  Daftar Casino Sbobet  Daftar rolet  Daftar cf88vn  Agen Cf88vn