::: Hanny Kristianto (Sekjen Mualaf Center Indonesia) : "Alhamdulillah.. Di Jogja Makin Banyak Akademisi Jadi Mualaf." :::

Akhir-akhir ini di Jogja banyak orang yang berpindah keyakinan untuk menyakini Islam sebagai agama pilihannya, banyak diantara mereka berpendidikan tinggi, pengusaha sukses dan akademisi yang paling banyak.

Seperti dituturkan Hanny Kristianto, Sekjen Mualaf Center Indonesia, pada Rabu (8/7) sore kemarin menjelang berbuka puasa di saksikan jemaah Masjid Gede Kauman dan dihadapan team Mualaf Center Indonesia Yogyakarta menjadi saksi dan mendoakan ikrar dua kalimah syahadat seorang wanita muda kristiani, beliau adalah Nadia Cristina SH, M.Hum.

Kenapa Nadia Cristina berpindah masuk Islam ?

“Salah satunya teman saya belum lama ini bersyahadat di hadapan team Mualaf Center Jogja. Saya penasaran kenapa dia masuk Islam. Dari penasaran saya tersebut hingga akhirnya saya ingin mempelajari islam, dan teman wanita sahabat saya dan beliau satu fakultas dengan saya, dia mualaf juga, dia memberitahukan saya dan mengenalkan saya tentang islam, dari konsep ketuhanan dalam islam, dan ajaran ajaran dalam islam, hingga sayapun terpesona atasnya, maka sayapun memberanikan diri untuk meninggalkan ajaran lama saya karena saya sangat yakin dengan agama ini, agama islam ini,” penuturan Nadia Cristina dihadapan team Mualaf Center.

Masya Allah, islam dapat diterima dan menancap di lubuk hati mereka tanpa dengan kekerasan dan paksaan, semoga Nadia Cristina yang mengubah nama Nadia Muslimah ini kelak menjadi muslimah yang kaafah, Aamiin.


Sumber :
http://www.pkspiyungan.org/2015/07/di-jogja-makin-banyak-akademisi-yang.html

Ba’da Isya barusan seorang Katolik malam hari ini mengikrarkan diri untuk mengimani Diinul Islam.

Beliau bernama Lucyana bersyahadat di saksikan oleh jemaah masjid gede kauman dan dihadapan team Mualaf Center Jogja

Bersama-sama kita doakan semoga kelak Lucya menjadi muslimah yang kaafah, Aamiin

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”

Allahu Akbar

Mari mengenal Islam dengan jujur dan benar, hubungi www.mualaf.com/pembinamualaf

Sumber : MCI

Karena Keindahan Surat Luqman, Dua Kristiani ini Memeluk Islam di Masjid Gede Kraton Yogyakarta

YOGYAKARTA – Kumandang takbir bergema seantero ruangan, pekik lantang Allahu Akbar terdengar kembali hari Sabtu (27/06) ba’da maghrib lantaran kabar gembira bersyahadatnya dua orang kristiani di hadapan team Mualaf Center Jogja dan dihadapan ratusan jemaah Masjid Gede kauman Kraton Yogyakarta.

“Saya terlahir sebagi seorang kristiani, kelar sarjana hingga kerja namun malam ini saya dengan kesadaran dan ketulusan hati ini meninggalkan ajaran lama saya yaitu kristen untuk menyerahkan diri tunduk dan patuh pada syariat Islam, indah dan menawan ajaran Islam itulah alasan kenapa saya meninggalkan kristen,” penuturan Wahyu yang kini menambahkan nama menjadi Muhammad wahyu.

Sedangkan seorang mualaf lainya bernama Lina berkisah, “Hati saya menangis, kenapa tidak dari dahulu aku mengenal Islam, Islam ajaran yang penuh dengan aturan dan aturan aturan itu semua yang ada dalam Islam membuat aku malam ini meninggalkan ajaran lama aku kristen, untuk menghadap Tuhan kita diatur, diajarkan untuk berbakti terhadap orang tua, bagaimana mungkin ajaran indah itu aku dustakan?  Al Quran surat Al Luqman membuat aku jatuh cinta kepada Islam,” penuturan Lina yang kini menambahkan nama Lina Aisya

Semua yang ada dalam Islam membuat aku malam ini meninggalkan ajaran lama aku kristen, untuk menghadap Tuhan kita diatur, diajarkan untuk berbakti terhadap orang tua, bagaimana mungkin ajaran indah itu aku dustakan?  Al Quran surat Al Luqman membuat aku jatuh cinta kepada Islam,” penuturan Lina

Surat Luqman : Surah 31, Surah Luqman (Kisah Luqman) : 34 ayat.

Sumber :
http://www.voa-islam.com/read/christology/2015/06/29/37912/karena-keindahan-surat-luqman-dua-kristiani-ini-memeluk-islam-di-masjid-gede-kraton-yogyakarta/

Source: duniamuallaf.blogspot