::: Innalillahi.. Jadi Mualaf, Desta Justru dianiaya Keluarga dan didoktrin Murtad Oknum Polisi ! :::

JAKARTA – Inilah hidup di Indonesia, meski mayoritas beragama Islam akan tetapi di saat umat Islam sedang khusyu merayakan Hari Raya Idul Adha 1437 hijriah kemarin, justru ada saudari mualaf kita yang mendapatkan perlakuan tidak adil oleh oknum aparat kepolisian yang beragama nasrani.

Apa gerangan? Adalah Modesta (26), seorang karyawati Bank BCA yang memutuskan masuk Islam empat hari lalu dibawah bimbingan Koh Hanny, mantan pendeta yang kini aktif di lembaga Mualaf Center Indonesia (MCI).

Koh Hanny menceritakan kepada awak redaksi Voa-islam, Selasa (13/9), kasus ini berawal dari seorang mantan penganut katolik, Modesta atau akrab dipanggil Desta yang memutuskan Islam dan disekap oleh keluarganya.

Singkat cerita Desta, namun tak disangka tak dinyana, ia justru mendapat sikap oknum polisi yang bukan melindunginya, ia justru mendapat perlakukan diskriminatif oleh oknum polisi non muslim. Selain itu, malah dihari berbeda justru oknum polisi membawa misionaris bernama Theresia untuk mengajaknya kembali memeluk agama nasrani.

Berikut Kronologis yang dituturkan Koh Hanny Kristianto, eksklusif kepada tim Voa Islam :

Bismillah, Demi Allah satu – satunya Tuhan semesta alam semua ini Desta tulis dalam keadaan sehat jasmani rohani dan sebenar – benarnya yang Desta siap disumpah pakai cara apapun, yang Desta pertanggungjawabkan Dunia dan Akhirat

Kronologi:

Senin, 29 – 08 – 2016

Desta WA (Whatsapp) ke koh Hanny Kristianto, isinya: Desta ingin masuk Islam dan tidak nyaman sering dipaksa ke gereja oleh orang tua dan adik – adik.

Sabtu, 03 – 09 – 2016

Desta WA lg ke ko Hanny Kristianto Desta kembali mengatakan ingin masuk Islam karena Desta sudah belajar Islam & Desta merasa tenang dan damai dalam Islam

Minggu, 04 – 09 – 2016

Desta WA lagi ke koh Hanny Kristianto Desta janjian sama ko Hanny mau ke masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur tetapi diikuti papa, HP disita dan ketahuan ingin masuk Islam, Desta dibawa pulang kerumah Mukena dan sajadah Desta diambil supaya tidak bisa sholat.

Desta dipukuli, dicakar, dicekik dan dikurung dalam kamar sampai bibir bengkak dan luka, leher lecet, memar, pangkal lengan kiri terkilir, pergelangan tangan kiri lebam. Tetangga yang kontrak berjarak 3 rumah dari rumah Desta ikut menyeret Desta sehingga perut Desta terdapat luka seperti cakaran kuku, yang cakar tetangga ini karena tau Desta mau masuk Islam

Senin 05 – 09 – 2016

Desta masih dikurung di lantai atas. Sama sekali tidak bisa keluar, karena kunci rumah pun ditahan dan papa mama jaga rumah.

Selasa 06 – 09 -2016

Diantar papa ke tempat kerja di BCA Serua, dipaksa mengundurkan dari tempat kerja (jam 08.30 – 09.30 wib) Desta meminta bantuan teman kantor untuk foto luka – luka dan menyampaikan pesan ke ko Hanny agar mencari bantuan untuk membebaskan dari sekapan di rumah. Desta tertekan disiksa seperti ini, seperti tahanan.

Selasa 06 – 09 – 2016

Desta tau ada Laskar MMI Stand By di ujung jalani rumah Desta, Desta lihat dari balik jendela lt 2 tp gak yakin kalau itu Laskar MMI jadi Desta ga berani teriak.

Rabu, 07 – 09 – 2016

Sehabis dhuhur ada pak Budi Amarta (koordinator RT) datang ke rumah naik ke lt 2 kamar Desta memaksa Desta menandatangani surat pernyataan yang sudah mereka siapkan, tetapi Desta menolak, kemudian Pak Budi Amarta turun, naiklah polisi bernama Jona Tanjung Sianipar naik ke lt 2 naik ke ruang tamu atas.

Pak Jona waktu itu menggoblok – goblokkan saya dia bilang Saya mau masuk Islam karena kerasukan setan & mengatakan kalau Nabi Muhammad SAW makan babi.

Dia fitnah ko Hanny Kristianto & KH Abu Muhammad Jibril sebagai jaringan teroris dan ajarannya sesat akan di basmi polisi.

Jona Tanjung juga bilang ada mualaf di Jalan Waru Pamulang Tangerang Selatan yang mengalami masalah seperti Desta dan berhasil di murtadkan kembali oleh dia.
Setelah itu pak Budi Amarta naik, disusul polisi gemuk baju biru bernama Abdurrahman naik mengajak turun dan meminta Desta tanda tangan pernyataan di bawah, dan saya tanda tangan tidak sesuai KTP karena saya merasa terancam. Isi surat pernyataan adalah bahwa luka2 Desta karena berusaha kabur diatas materai yang disiapkan Jona Tanjung Sianipar ini, dan bukan tulisan saya.

Kamis 08 – 09 – 2016

Desta diijinkan kerja dan Desta mau diajak ke Medan hari Jumat, maka KTP sengaja Desta tinggal dikantor supaya tidak bisa untuk beli tiket pesawat.

Kamis malam habis Isya Jona Tanjung bawa missionaris perempuan bernama Theresia memaksa saya meninggalkan Islam dan mengatakan Islam sesat.

Jumat 09 – 09 – 2016

Desta diijinkan lagi ke kantor, Pulang kerja Desta naik taxi ke Masjid Darussalam Kota Wisata ketemu ko Hanny Kristianto dan polisi tentara yg sedang sholat di masjid.
Desta syahadat didepan mereka semua. Alhamdulillah Desta sudah bersyahadat dan sah menjadi seorang muslimah, semoga Allah jaga Desta dari musuh – musuh Islam dan balas makar mereka. Pertolongan Allah itu deket sekali buat yang menginginkan, buat Desta udah dikasih umur tambahan untuk tobat, untuk minta damai, untuk boleh pakai hijab dan bisa ibadah, udah jauh lebih berharga daripada semua permintaan Desta.

Buat Desta ini bukti nyata pesan ko Hanny Kristianto dari Alquran: “Apakah kamu mengira akan masuk surga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat. (QS. Albaqarah: 214)

Sekarang Desta bahagia dan tenang sudah bisa menyembah dan beribadah kepada satu – satunya Allah Tuhan semesta alam. Amin.

Terimakasih ya Allah telah mengenalkan Desta sama koh Hanny Kristianto dan pengurus Masjid Darussalam Kota Wisata Sekarang dibunuh polisi pun Desta sudah siap, doakan Desta yaa, Desta ga rela nabi dihina spt ini..

Demikian isi pesan singkat dan wawancara Tim Redaksi Voa-Islam. [abu tholib/hanny/voa-islam.com].

Sumber :
http://www.voa-islam.id/read/christology/2016/09/15/46145/jadi-mualaf-desta-justru-dianiaya-keluarga-dan-didoktrin-murtad-oknum-polisi/

MASIH MENGANGGAP KRISTEN TOLERAN ?

Source: duniamuallaf.blogspot