::: Yusuf Mansur: "Andai Saya Masuk Neraka…" :::

Suatu hari di TV, di depan jamaahnya Ustadz Yusuf Mansur (semoga Allah Ta’ala menjaganya) mengajarkan satu ayat untuk dihafalkan bersama-sama satu mesjid. Pemirsa di rumah pun ikut menghafalkannya, termasuk aku.

Tabaarakal ladzii ja’ala fiis samaa-i buruuja (Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang) waja’ala fiiha siraaja (dan Dia menjadikan juga padanya matahari) waqamaram muniiraa (dan bulan yang bercahaya). QS. Al Furqan ayat 61.

Baru satu ayat ini aja yang beliau ajarkan, langsung lengket di kepalaku. Setiap kubaca -insyaa Allah- beliau mendapatkan pahalanya. Belum lagi jutaan pemirsanya yang lain, belum lagi kepada ribuan santrinya, belum lagi dengan ribuan ayat-ayat yang lain yang beliau ajarkan. Insyaa Allah semua itu akan jadi catatan amal shalih buat beliau, aamiin.

Namun Ustadz Yusuf Mansur tetap sangat tawadhu. Beliau berkata kurang lebih begini, misalnya ternyata kelak na’udzubillah beliau masuk ke neraka, mudah-mudahan ada jamaah di sini (di masjid TPI kala itu) atau pemirsa di rumah yang udah masuk syurga kemudian melihatnya, “Lho itu kan Ustadz Yusuf Mansur.” lalu atas ijin Allah orang itu memberinya syafaat dan mengajaknya ke syurga.

Aku ikut sedih kala beliau berkata itu.

Dinukil dari hadits yang panjang dari Abu Sa’id al Khudri radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Setelah kaum Mukminin selamat dari Neraka, maka demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, setiap orang daripada mereka meminta kepada Allah dengan memaksa (begitu gigih) agar dikeluarkan rekan-rekan mereka dari Neraka. Mereka berkata: ‘Ya Allah, mereka dahulu pernah berpuasa, sholat dan menunaikan haji bersama kami.’ Lalu dikatakan kepada mereka: ‘Keluarkanlah orang yang yang kamu kenal dari Neraka itu.'” (HR Muslim)

Imam Hasan Al Basri rahimahullah menasehatkan, “Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.”

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menasehatkan kepada teman-temannya, “Jika kalian tidak menemukanku di syurga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ‘Wahai Tuhan kami, hambaMu fulan dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.” Kemudian beliau menangis.

Aku juga T_T
(Ardian Squ Candra).

Sumber :
http://www.pkspiyungan.org/2014/10/yusuf-mansur-andai-saya-masuk-neraka.html

Source: duniamuallaf.blogspot