::: Alhamdulillah, Setelah Mempelajari Injil.. Reggy-pun Bersyahadat : "Tidak Ada Dalam Injil Perkataan Yesus: "Akulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah aku saja".!:::

Alhamdulillah, telah bersyahadat saudara kita yang baru Reggy (mantan kristen) bersama Herwien Harijono mewakili team Mualaf Center Bandung di BTC Coffe Shop.

Saudara kita ini telah menyadari mengamalkan ajaran-ajaran dari manusia dan meninggalkan ajaran Allah dan Yesus, sama saja menjadikan tuhan­ – tuhan lain selain Allah.

Mari kita jangan sembu­nyikan yang benar, mari kembali pada jalan yang benar, jangan tersesat mengimani dan mencampur antara hak dan bathil, sesungguhnya jalan keselamatan menuju kepada kebenaran Allah, bahwa Allah itu esa (ajaran Tauhid adalah jangan menyembah kepada selain Allah, jangan jadikan tuhan-tuhan lain selain Allah, dan jangan mempersekutukan­Nya dengan yang lainnya)

Hal yang wajar jika kami umat Islam ikut mempelajari dan mendalami serta mengoreksi terhadap kandungan kitab­ullah, sebab tidak ada satu dalilpun di dalam Alkitab yang mengatakan bahwa kitab-kitab tersebut hanya milik umat Kristiani. Karena Taurat, Zabur (Mazmur) dan Injil adalah juga kitab yang banyak disebut­ – sebutkan oleh Al Qur’an yang harus di imani oleh setiap muslim.

Meluruskan apa yang sudah dirobah­ oleh tangan-tangan jahil manusia terhadap kitab Allah, adalah kewajiban setiap muslim, dengan tujuan agar manusia tidak tersesat mengimani kitab yang bercampur antara hak dan bathil. Allah yang menyuruh mengingatkan, maka kami harus menyampaikannya.

“Katakanlah, “Hai Ahli Kitab, marilah kita kepada kalimat (yang sebenarnya) sama antara kami dengan kamu (yaitu) bahwa tidak adayang kita sembah selain Allah, dan tidakkita mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun juga. Dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain dari Allah.’ Maka jika mereka berpaling, katakanlah, °Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah muslim. ”
(QS. Ali Imran: 64)

Berikut sebagian dialog dengan mas Reggy:

Sebagaimana kita ketahui bahwa Yesus tidak dikirim untuk mati bagi dosa siapa pun, juga tidak ia diangkat oleh dirinya sendiri, ia diutus hanya untuk memberitakan pesan yang diberikan kepadanya dari Allah Tuhan semesta alam.

Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaranku tidak berasal dari diriku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus aku.” (Yohanes 7:16)

Sebab Yesus berkata: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”. (Matius 4:8-10)

Yesus juga menegaskan ajaran tauhidnya, “Bahwa inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus (Isa Alaihi Salam) yang telah Engkau utus”.

Mengulangi penegasan ribuan tahun sebelumnya oleh nabi Musa sudah ditegaskan bahwa Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa”. (Ulangan 6:4)

Tidak ditemukan ayat dalam Alkitab dimana Yesus mengatakan kepada para pengikutnya, “Akulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah aku saja”.

Nyata bahwa Yesus tidak pernah mengajarkan kepada umatnya bahwa dia adalah Tuhan atau Allah itu sendiri, yang harus disembah.

Memastikan tanpa dalil bahwa dijamin “Pasti masuk surga” bila percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru­selamat adalah perbuatan sombong dan dosa, justru kalau percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, maka disitulah tidak mungkin diselamatkan, karena telah menjadikan nabi sebagai tuhan-tuhan lain selain Allah. Dan itu disebut dosa syirik, yaitu salah satu dosa yang tidak diampuni oleh Allah.

“Bukan setiap orang yang berseru kepada­ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melaku­kan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21)

Menyamakan Yesus dengan Allah Tuhan semesta alam adalah suatu perbuatan dosa, sebab baik Yesus maupun Allah, tidak mengajarkan seperti itu. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, Allah melarang siapa saja yang, menyamakan Dia dengan yang lainnya. Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut:

Dalam injil dituliskan bahwa Allah Tuhan semesta alam berfirman.”Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?” (Yesaya 46: 5)

“Bangsa ini memuliakan aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari padaku. Percuma mereka beribadah kepadaku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” (Matius 19:8-9)

Yesus sudah memperingatkan juga bahwa “Percuma mereka beribadah kepadaku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” (Markus 7: 7-8)

Dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan:

“Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti (kejadian) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah” maka jadilah dia. ” (QS. Ali Imraan: 59)

“Dan barang siapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batasnya (hukum) Allah, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam neraka, kekal di dalamnya dan baginya azab yang menghinakan. ” (QS. An Nisaa` 14)

“ Allah S.W.T tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesungguhannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat (siksa dari kejahatannya) yang dikerjakannya…” (QS.Al Baqarah : 286)

“Mengapa orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan dosa (bohong) dan memakan yang haram? Sungguh amat buruk apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al Maa-idah: 63)

“Katakanlah, “Hai Ahli Kitab, marilah kita kepada kalimat (yang sebenarnya) sama antara kami dengan kamu (yaitu) bahwa tidak adayang kita sembah selain Allah, dan tidakkita mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun juga. Dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain dari Allah.’ Maka jika mereka berpaling, katakanlah, °Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah muslim. ” (QS. Ali Imran: 64)

Sekiranya berkenan marilah kita semua kembali kepada jalan yang benar, beribadah dan menyembah hanya kepada Allah Tuhan semesta alam yang disembah oleh Yesus, yang disembah oleh ibunya Yesus, yang disembah oleh murid-murid Yesus, yang disembah pengikut Yesus pada generasi pertama, hubungi www.mualaf.com/pembinamualaf

 

Sumber :
Mualaf Center Indonesia

Source: duniamuallaf.blogspot