::: Innalillahi.. Infak Umat Islam Di Kriminalkan, Tapi Kenapa Dana Gereja Rp 4.7 Triliun Dan Dana Teman Ahok Di Biarkan ? >> Benar-benar #RezimAntiIslam ! :::

Infaq umat Islam pada Aksi 212 dan 411 sekitar Rp 3 miliar diusut Polisi tanpa ada pihak yang melaporkan.

CATAT: Tanpa Ada Pihak Yang Melaporkan!

Ketua GNPF MUI Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) langsung diperiksa. Rekan UBN langsung dijadikan tersangka dengan tuduhan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang).

Ini ada kasus Dugaan Korupsi Dana Gereja Rp 4.7 triliun atau sekitar 1500 kali lebih besar dari infaq umat Islam pada Aksi 212 dan 411. (http://regional.kompas.com/read/2013/03/11/19424221/Dugaan.Korupsi.Dana.Gereja.Rp.4.7.Triliun.Jemaat.Saling.Lapor)

Apakah para Terlapor dijerat dengan Pasal Pencucian Uang seperti nasib para ulama kita di GNPF? Tidak, kasusnya juga udah tenggelam.

TAPI kenapa infak Umat Islam diuber-uber dan dituding Pasal Pencuian Uang?

Padahal tak ada satupun dari umat Islam yang telah menyalurkan infaq lalu MENUNTUT/MELAPORKAN. Mereka semua sudah IKHLAS uang itu dipakai apa saja bagi GNPF MUI.

Sekali lagi, Umat sudah IKHLAS dengan infaqnya. Lalu kenapa justru YANG TIDAK INFAQ malah uber-uber ?

Sumber :
http://www.portal-islam.id/2017/02/infak-umat-islam-dijerat-tppu-apakah.html

DPR Cecar Kapolri: Kenapa Penggalangan Dana GNPF-MUI Diusut, Teman Ahok Tidak?

Komisi III DPR RI hari ini menggelar rapat bersama dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian guna membahas permasalah hukum yang sedang terjadi saat ini.

Dalam kesempatan itu, anggota Komisi III yang juga Sekjen PPP, Arsul Sani, menanyakan kepada Kapolri mengapa sumbangan umat Islam untuk Aksi Bela Islam yang disalurkan kepada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) dijerat tindak pidana pencucian uang (TTPU) sedang dana ke Teman Ahok tidak disidik.

Meski Polri memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan, namun dasar dari penyidikan kasus sumbangan Umat ini dipertanyakan.

“Atas dasar tindak pidana pencucian uang (TPPU), tapi tindak pidana pokoknya apa,” kata Arsul di Gedung DPR, Rabu 22 Februari 2017, seperti dikutip VIVA.co.id.

Kasus dugaan TPPU itu menyeret nama nama Ketua Umum Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) KH Bachtiar Nasir.

Dia menambahkan, kenapa Polri tiba-tiba menyelidiki dugaan TPPU dana publik yang berada di rekening Yayasan Keadilan untuk Semua. Apakah Polri juga melakukan hal serupa seperti sumbangan yang dikumpulkan relawan Teman Ahok?

“Teman Ahok, disidik atau diselidik atau tidak, itu pertanyaan,” katanya.

Arsul juga memberi contoh lain, soal apakah Polri juga ikut menyelidiki pengumpulan dana PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk pengelola gerai ritel Alfamart karena mengelola uang sisa kembalian konsumen yang belanja di Alfamart. Apakah Polri melakukan penyelidikan atau tidak.

DPR meminta keadilan dalam penegakkan hukum agar tidak tebang pilih.

Sumber :
http://www.portal-islam.id/2017/02/dpr-cecar-kapolri-kenapa-penggalangan.html

Sumbangan Umat Dikasuskan, Din Tantang Polri Bongkar Kasus Rekening Gendut Polisi dan Duit Teman Ahok

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Dr. KH. Din Syamsudin mengaku terusik hatinya ketika ada ulama dan aktivis muslim yang dikriminalisasi dengan tuduhan yang tidak berdasar.

Hal itu, terkait kasus yang menimpa ustadz Adnin Armas, Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua, yang kabarnya dijadikan tersangka oleh kepolisian atas kasus dana infaq umat Islam kepada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yang dihimpun menggunakan rekening yayasan yang diketuainya.

Din menilai, Polri sudah melampaui batas. Ia pun menantang kepolisian untuk tidak pilih kasih dalam membongkar kasus serupa.

“Kalau mau dibongkar semuanya. Kita bisa kasih kasusnya, seperti uang Teman Ahok, atau rekening gendut Polri. Atau apa, kalau mau ayo bongkar semuanya,” ucap Din kepada hidayatullah.com, di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (23/02/2017).

Din mengungkapkan, pilihannya hanya dua, bongkar semua kasus serupa tanpa pilih kasih. Atau hentikan kasus tersebut.

“Saya berharap itu tidak dilanjutkan oleh Polri. Agar tidak menambah sesak dada umat Islam dengan ketidakadilan,” ujarnya.

Din mewanti-wanti, bahwa jika aparat berlebihan menegakkan hukum, apalagi sampai tidak adil. Semua itu akan kembali ke dirinya sendiri.

“Saya berharap Polri jernih melihat ini,” tandas mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.(dm).

Sumber :
http://www.portal-islam.id/2017/02/sumbangan-umat-dikasuskan-din-tantang.html

INNALILLAHI..
DIMANAKAH KEADILAN TERHADAP UMAT ISLAM ?

JKW BENAR-BENAR REZIM ANTI ISLAM !

Source: duniamuallaf.blogspot